Minggu, 12 Juni 2011

MENGANALIS INDUSTRI DAN PESAING

Menganalisa Industri dan Pesaing
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Matakuliah Manajemen Pemasaran
Dosen Pengampu : Joko Setyono.











                                                                                                              


Disusun Oleh:
1.      Decy Damayanti
2.      Cahya Lestari
3.      Abdul Koid Zaelani
4.      Mukh Rizal Hafiz F
5.      Rifda Minal M
09390050
09390081
09390086
09390118
09390169


PRODI KEUANGAN ISLAM
FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2010
A.    Pendahuluan
Apakah sesungguhnya indutri itu? Industri adalah sekelompok perusahaan yang menawarkan produk atau kelas produk yang merupakan subtitusi dekat satu sama lain. Industri-industri dikelompokkan menurut jumlah penjual: tingkat diferensiasi produk, dan atau tidaknya hambatan masuk, hambatan mobilitas, hambatan keluar, struktur biaya, tingkat intregasi vertikal, dan tingkat globalisasi. Tapi dalam hal ini, tidak dijelaskan secara rinci kelompok-kelompok industri menurut jumlahnya tersebut.
Titik awal untuk menjelaskan suatu industri adalah membuat spesifikasi mengenai jumlah penjual dan menentukan apakah produk tertentu homogen atau sangat terdeferensiasi. Karakteristik-karakteristik itu menghasilkan empat jenis struktur indutri, yaitu monopoli murni, oligopoli, persaingan monopolistik, persaingan murni. Stuktur persaingan indtri tertentu dapat berubah dari waktu ke waktu. Sebagai contoh, indutri media terus melakukan konsolidasi, beralih dari monopolistik ke oligopoli terdeferensiasi.
Ada hubungan yang sangat erat antara perubahan lingkungan dengan perubahan aspek-aspek penting keberhasilan misi perusahaan. Perubahan lingkungan perusahaan yang signifikan jelas akan merubah pula kunci sukses perusahaan. Perusahaan yang dapat berkembang dengan baik, pada umumnya adalah perusahaan yang selalu melakukan inovasi tiada henti, karena persaingan antar perusahaan semakin kuat untuk menarik para konsumen dan memasarkan produknya.
Berikut ini akan sedikit dijelaskan analisis indutri dan pesaing untuk memberi gambaran tentang realita bisnis yang terjadi saat ini.



B.     Pembahasan
Kita dapat mengidentifikasi pesaing dengan menggunakan pendekatan pasar, para pesaing adalah perusahaan-perusahaan yang memuaskan kebutuhan pelanggan sama. Konsep persaingan pasar membuka mata perusahaan terhadap kumpulan pesaing aktual dan potensial yang lebih luas. Para ahli mengusulkan untuk memprofilkan para pesaing langsung dan tidak langsung perusahaan tertentu dengan memetakan langkah-langkah pembeli dalam memperoleh dan menggunakan produk.
Untuk bisa bertahan dalam persaingan, perusahaan harus mempunyai keunggulan bersaing (competitive advantage) dibandingkan dengan kompetitornya. Keunggulan bersaing akan menjadi senjata untuk menaklukkan pasar dan kompetisi.
1.      Untuk membangun keunggulan bersaing, perusahaan bisa melakukan beberapa langkah: Mencari sumber-sumber keunggulan, misalnya keterampilan yang prima, sumber daya yang berkualitas.
2.      Mencari keunggulan posisi dibanding pesaing, dengan mengefisienkan biaya produksi dan memberikan nilai tambah kepada konsumen.
3.      Menghasilkan performa yang prima, dengan melihat kepuasan dan loyalitas pelanggan, pangsa pasar, dan juga kemampulabaan (profitabilty) dari produk ataupun jasa yang dihasilkan.
Perusahaan yang mengerti terhadap adanya persaingan dengan perusahaan-perusahaan lain dalam memenuhi kepuasan para pelanggan dan untuk menarik serta mempertahankan pelanggan, akan melakukan sebuah analisis. Untuk menganilis industri dan persaingan, ada empat cara yang harus dilakukan:
1.      Definisikan pasar sasaran (target market). Mendefinisikan pasar sasaran akan memudahkan perusahaan untuk mengetahui produk atau jasa mana saja yang membidik sasaran yang sama.
2.       Identifikasi pesaing langsung. Pesaing langsung adalah perusahaan yang memberikan produk ataupun jasa yang relatif serupa dengan target market yang kurang lebih sama. Identifikasi pesaing langsung akan membantu untuk melihat peta persaingan, posisi perusahaan dibanding pesaing, dan apa yang harus dilakukan untuk memenangkan persaingan.
3.      Ketahui kondisi persaingan. Peta persaingan bisa dilihat dengan menggunakan Framework Porter Five Forces. Dari situ bisa dilihat daya tarik persaingannya apakah sudah ketat ataupun belum.
4.      Penilaian keunggulan kompetitif. Keunggulan kompetitif adalah kemampuan utama yang dimiliki oleh perusahaan yang diyakini sebagai modal untuk memenangkan persaingan.
Dihadapkan dengan situasi lingkungan sosial yang makin tidak pasti dan didasarkan atas tingginya keinginan untuk mengubah perusahaan dan atau untuk mengubah lingkungan, seorang manajer bisa mengambil sikap dari salah satu empat sikap berikut, yaitu:
1.      Menghindar terhadap perubahan dengan bersembunyi.
2.      Mencoba mempengaruhi perubahan lingkungan dengan melakukan promosi, lobby atau kerjasama dengan pesaing.
3.      Mengikuti perubahan lingkungan seperti seperti menyesuaikan dengan trend pasar dan melakukan reorganisasi.
4.      Mengantisipasi perubahan dengan menyusun rencana strategis.
Setelah mengidentifikasi para pesaing utama dalam perusahaannya, perusahaan harus mengetahui strategi bersaing. Michael Porter membagi strategi bersaing menjadi 3 strategi umum:
1.       Differensiasi, adalah strategi memberikan penawaran yang berbeda dibandingkan penawaran yang diberikan oleh kompetitor. Strategi differensiasi mengisyaratkan perusahaan mempunyai jasa atau produk yang mempunyai kualitas ataupun fungsi yang bisa membedakan dirinya dengan pesaing.
2.      Keunggulan biaya (low cost), adalah strategi mengefisienkan seluruh biaya produksi sehingga menghasilkan produk atau jasa yang bisa dijual lebih murah dibandingkan pesaing. Strategi harga murah ini fokusnya pada harga, jadi biasanya produsen tidak terlalu perduli dengan berbagai faktor pendukung dari produk ataupun harga yang penting bisa menjual produk atau jasa dengan harga murah kepada konsumen. Warung Tegal misalnya mengandalkan strategi harga. Mereka tidak perduli dengan kenyamanan orang ketika makan, bahkan juga dengan kebersihan, yang penting bisa menawarkan menu makanan lengkap dengan harga yang sangat bersaing.
3.      Fokus, adalah strategi menggarap satu target market khusus. Strategi fokus biasanya dilakukan untuk produk ataupun jasa yang memang mempunyai karakteristik khusus. Beberapa produk misalnya hanya fokus ditargetkan untuk kaum muslim sehingga semua produknya memberikan benefit dan fungsi yang disesuaikan dengan aturan Islam. Produk yang fokus pada target market kaum muslim biasanya selalu mensyaratkan label halal, tanpa riba, dan berbagai aturan lain yang disesuaikan dengan ketentuan Islam.
Perusahaan biasanya memilih salah satu dari ketiga strategi ini yang akan diterapkan, karena bagaimanapun akan sulit menjalankan ketiga strategi ini secara bersamaan. Namun demikian, jika perusahaan memilih salah satu di antara tiga strategi ini, bukan berarti sama sekali meninggalkan yang lain, tetapi dua strategi lainnya biasanya diterapkan pada level yang paling standar.




















C.    Penutupan
Untuk mempersiapkan strategi pemasaran yang efektif, perusahaan harus mempelajari pesaing serta pelanggan aktual dan potensial. Pesaing-pesaing terdekat adalah mereka yang berusaha memuaskan pelanggan dan kebutuhan yang sama serta mengajukan tawaran yang sama. Perusahaan juga harus memperhatikan pesaing latennya, yang mungkin menawarkan cara yang baru atau cara yang lain untuk memuaskan kebutuhan yang sama. Perusahaan harus mengidentifikasi dengan menggunakan analisis industri dan analisis berdasarkan pasar. 
Langkah terakhir analisis industri dan persaingan adalah mereview situasi industri secara keseluruhan dan mengambil kesimpulan mengenai prospek pertumbuhan industri tersebut (daya tarik), dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Penilaian tentang daya tarik suatu industri tertentu bersifat relative dan bukan dalam arti absolute. Artinya bahwa sangat mungkin beberapa investor punya penilaian yang berbeda-beda tentang daya tarik suatu industri karena mereka punya sudut penilaian dan pertimbangan yang berbeda.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar